-->

Notification

×

Iklan

Profil

Profil

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Antrean BBM Mengular di Bali, Gubernur Koster Panggil Pertamina dan Desak Perbaikan Pasokan

Monday, October 12, 2026 | October 12, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-13T03:43:34Z

 


DENPASAR – Antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali mendapat perhatian serius Gubernur Bali, Wayan Koster. Menyikapi kondisi tersebut, Koster memanggil jajaran PT Pertamina Patra Niaga ke rumah jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Denpasar, Senin (12/10/2026), untuk meminta penjelasan terkait terganggunya pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Pulau Dewata.

Pertemuan tersebut turut dihadiri perwakilan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) serta Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bali, Ida Bagus Setiawan. Dalam pertemuan itu, Koster meminta Pertamina segera melakukan pembenahan terhadap sistem pasokan dan distribusi BBM agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dan antrean panjang di SPBU tidak terus berlanjut.

Koster menegaskan, pengelolaan BBM di Bali harus dilakukan secara ketat dan terukur. Menurutnya, ketersediaan energi merupakan kebutuhan mendasar masyarakat sekaligus faktor penting dalam menjaga stabilitas aktivitas ekonomi dan pariwisata Bali yang menjadi salah satu destinasi internasional. "Pengelolaan BBM di Bali agar dilakukan secara ketat. Hal ini penting untuk menjaga kondusivitas Bali di mata masyarakat dunia," tegas Koster.

Menanggapi hal tersebut, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyampaikan bahwa pihaknya telah menjadwalkan kedatangan kapal pengangkut BBM pada 12, 14, dan 16 Oktober 2026. Pengiriman tersebut akan melalui Terminal BBM Sanggaran dan Manggis dengan total muatan mencapai 26.200 kiloliter (kL).

Ahad menjelaskan, penjadwalan kedatangan kapal tersebut merupakan bagian dari langkah Pertamina untuk menjaga kesinambungan pasokan sekaligus memastikan kebutuhan BBM masyarakat Bali tetap terpenuhi. "Jadwal kedatangan ini merupakan bagian dari upaya memastikan pasokan tetap terjaga dan kebutuhan BBM masyarakat Bali terpenuhi," ujarnya.

Namun, kondisi di lapangan pada Senin (12/10/2026) siang menunjukkan persoalan pasokan BBM belum sepenuhnya teratasi. Sejumlah SPBU di wilayah Denpasar Selatan dilaporkan tutup sementara karena kehabisan stok Pertalite maupun Pertamax. Salah satu SPBU yang mengalami kondisi tersebut adalah SPBU Sesetan.

Situasi itu membuat sejumlah pengendara yang datang untuk mengisi bahan bakar terpaksa mengurungkan niat dan mencari SPBU lain. Puluhan kendaraan terlihat mendatangi SPBU Sesetan, tetapi tidak dapat melakukan pengisian karena stok BBM kosong. Bahkan, sebuah mobil terpaksa berhenti di pintu masuk SPBU setelah kehabisan bensin dan tidak mampu melanjutkan perjalanan.

Kesulitan mendapatkan BBM juga dirasakan Pemara, warga asal Subang, Jawa Barat. Ia mengaku telah berkeliling ke lima SPBU di sekitar kawasan tersebut untuk mencari Pertamax bagi mobil Honda Freed miliknya. Namun, seluruh SPBU yang didatanginya ternyata mengalami kekosongan stok, baik Pertalite maupun Pertamax. "Saya nggak paham kalau alamatnya, tetapi tadi udah keliling lima pom bensin sekitar sini, semuanya habis baik Pertalite atau Pertamax," ungkapnya.

Karena bahan bakar kendaraannya telah habis, Pemara akhirnya memilih bertahan dan menunggu di SPBU Sesetan tanpa mengetahui secara pasti kapan pasokan kembali tersedia. Kondisi serupa dialami Heru, seorang pengemudi ojek online yang memutuskan menghentikan perjalanan lantaran indikator bensin sepeda motornya sudah berkedip. Ia khawatir kendaraan mogok apabila tetap dipaksakan berjalan. "Berhenti dahulu coba nunggu di sini, soalnya indikator (bensin) udah kedip-kedip, takut nanti malah mati di jalan," katanya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian penting bagi Pertamina untuk memastikan jadwal kedatangan pasokan BBM dapat diikuti dengan distribusi yang merata ke seluruh SPBU di Bali. Masyarakat kini menantikan langkah konkret pemerintah daerah dan Pertamina agar ketersediaan BBM segera kembali normal, aktivitas masyarakat tidak terganggu, serta citra Bali sebagai destinasi pariwisata internasional tetap terjaga.

×
Berita Terbaru Update