-->

Notification

×

Iklan

Profil

Profil

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Prabowo Kunjungi Riau untuk Percepat Penanganan Karhutla Sumatera

Sunday, August 23, 2026 | August 23, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-24T05:13:30Z

 


Presiden Prabowo Subianto tiba di Pekanbaru, Riau, Senin (24/8/2026), untuk meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Sumatera. Riau menjadi provinsi pertama di Sumatera yang dikunjungi Prabowo dalam rangka mempercepat penanganan karhutla yang telah berdampak terhadap masyarakat.

Pesawat yang membawa Prabowo mendarat di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, sekitar pukul 11.00 WIB. Prabowo tampak mengenakan pakaian safari berwarna krem yang dipadukan dengan topi biru saat turun dari pesawat.

Kedatangan Presiden langsung disambut kondisi udara yang diselimuti kabut asap akibat karhutla. Kabut asap terlihat menyelimuti sejumlah wilayah di Riau, menggambarkan seriusnya dampak kebakaran hutan dan lahan yang tengah dihadapi masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Prabowo didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Kepala BIN Muhammad Herindra. Turut menyambut kedatangan Presiden di Lanud Roesmin Nurjadin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak.

Mensesneg Prasetyo Hadi mengatakan kunjungan ke Riau merupakan bagian dari langkah Presiden untuk memastikan penanganan karhutla berlangsung cepat, terpadu, dan efektif. Sebelumnya, Prabowo telah meninjau langsung penanganan karhutla di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

"Setelah meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, Presiden Prabowo Subianto melanjutkan kunjungan ke Sumatera, yang dimulai dari Provinsi Riau," kata Prasetyo kepada wartawan, Senin (24/8/2026).

Menurut Prasetyo, kunjungan tersebut menjadi bentuk komitmen Presiden untuk memastikan negara hadir dalam melindungi masyarakat yang terdampak karhutla dan kabut asap. Pemerintah juga terus memperkuat langkah tanggap darurat untuk mengendalikan kebakaran sekaligus mengurangi dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

Dari hasil peninjauan di Kalimantan, Presiden telah memastikan langkah tanggap darurat berjalan optimal. Pemerintah melakukan penambahan armada water bombing, memperkuat personel darat dari unsur TNI, Polri, dan Manggala Agni, serta menyiagakan fasilitas kesehatan bagi masyarakat terdampak.

Prasetyo juga menegaskan adanya instruksi Presiden agar penegakan hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab dilakukan secara tegas. Aparat penegak hukum telah memulai proses penyelidikan terhadap sejumlah area konsesi korporasi yang terbukti terbakar maupun dinilai lalai dalam menjaga lahannya.

Penanganan karhutla kini diperluas ke sejumlah wilayah di Sumatera, terutama Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan. Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan yang disampaikan Prasetyo, terdapat 2.894 hotspot di 10 provinsi di Sumatera. Konsentrasi tertinggi berada di Sumatera Selatan dengan 1.410 titik, disusul Riau 480 titik dan Jambi 425 titik. Luas lahan terbakar di 10 provinsi tersebut sepanjang 2026 tercatat mencapai 36.047,64 hektare.

Pemerintah selanjutnya akan memperkuat operasi terpadu melalui pemadaman darat, pengerahan personel, patroli, water bombing, serta operasi modifikasi cuaca (OMC). Selain memadamkan titik api, pemerintah berupaya mencegah munculnya kebakaran baru dan melindungi masyarakat dari paparan kabut asap. Kualitas udara juga menjadi perhatian serius karena Pekanbaru tercatat memiliki AQI 225 atau masuk kategori sangat tidak sehat, sementara Jambi berada pada AQI 187 dan Palembang 180.

×
Berita Terbaru Update