Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus mengembangkan berbagai teknologi untuk memperkuat ketahanan air Indonesia di tengah ancaman fenomena El Nino yang diperkirakan membawa kondisi lebih panas dan kering. Teknologi yang dikembangkan mencakup modifikasi cuaca, desalinasi air laut, hingga pemurnian air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kepala BRIN Arif Satria mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah meminta BRIN memaparkan berbagai teknologi yang dapat digunakan untuk mengantisipasi dampak El Nino tahun ini. Menurut Arif, kondisi El Nino saat ini diperkirakan berlangsung dengan durasi yang serupa dengan kejadian sebelumnya, tetapi memiliki karakter yang lebih panas dan kering.
"El Nino tahun ini diperkirakan akan berlangsung kira-kira selama El Nino sebelumnya, tetapi akan lebih panas dan lebih kering," kata Arif kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Untuk menghadapi kondisi tersebut, Presiden Prabowo menginstruksikan BRIN meningkatkan efektivitas teknologi modifikasi cuaca. Pengembangan tersebut antara lain dilakukan dengan memanfaatkan partikel natrium klorida (NaCl) berukuran 2-5 mikron, teknologi flare, serta pesawat tanpa awak atau drone untuk mendukung operasi penyemaian awan.
Selain modifikasi cuaca, BRIN memperluas penerapan teknologi desalinasi air laut sebagai salah satu sumber air tawar alternatif. Teknologi tersebut saat ini telah diterapkan di sekitar 40 wilayah pesisir dan diharapkan dapat memperkuat ketersediaan air bersih, terutama di daerah yang menghadapi keterbatasan sumber air tawar.
BRIN juga mengembangkan teknologi pemurnian air bernama Arsinum yang mampu mengolah air banjir, air limbah, dan air payau menjadi air yang dapat diminum. Teknologi tersebut telah diuji di berbagai lokasi bencana sebagai salah satu solusi untuk menyediakan air bersih dalam situasi darurat.
Arif mengatakan Presiden Prabowo bahkan telah mencoba langsung air hasil pengolahan teknologi Arsinum dalam demonstrasi di Istana Kepresidenan. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia serta Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono turut meminum air hasil pemurnian tersebut.
Selain mengembangkan sumber air permukaan dan air laut, Presiden Prabowo juga meminta BRIN mengidentifikasi potensi sungai bawah tanah yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber air baku baru. Untuk itu, BRIN mengembangkan teknologi pemetaan sistem sungai bawah tanah sekaligus teknologi pengolahan air yang mengandung bakteri *Escherichia coli* (E. coli).
Sebagai bagian dari upaya tersebut, BRIN akan membangun laboratorium hidup atau *living laboratory* di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Fasilitas ini akan digunakan untuk mengembangkan teknologi yang mampu menghasilkan air tanah yang lebih bersih, aman, dan higienis. Kajian serupa juga dilakukan di Gunungkidul serta sejumlah wilayah lain yang memiliki potensi sungai bawah tanah.
Pengembangan teknologi tersebut menjadi semakin penting setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan El Nino telah berada pada kategori kuat dan berpotensi berkembang menjadi sangat kuat. Indeks El Nino-Southern Oscillation (ENSO) yang dipantau BMKG telah mencapai +1,59. BMKG memperkirakan curah hujan pada Agustus dan September berada pada kategori rendah hingga sangat rendah di banyak wilayah Indonesia, sementara musim hujan diperkirakan mulai memasuki sebagian besar wilayah pada pertengahan Oktober.
Dampak El Nino diperkirakan paling terasa di wilayah selatan khatulistiwa, termasuk Bali, Jawa, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sumatra bagian selatan, dan Papua bagian selatan. Kondisi kering tersebut berpotensi memengaruhi sektor pertanian, ketersediaan air bersih, pengelolaan waduk dan irigasi, risiko kebakaran hutan dan lahan, energi, kesehatan masyarakat, perikanan, hingga aktivitas ekonomi. Karena itu, penguatan teknologi pengelolaan dan penyediaan air menjadi bagian penting dari strategi Indonesia dalam menghadapi ancaman El Nino.
Tag Terpopuler
BRIN Kembangkan Teknologi Air Hadapi Ancaman El Nino yang Semakin Kuat
Admin
Saturday, August 8, 2026 | August 08, 2026 WIB |
0 Views
Last Updated
2026-08-09T04:51:46Z
