Ruangan di sebuah sekolah swasta di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, yang sebelumnya digunakan untuk menyimpan ratusan senjata akan segera dibersihkan dan difungsikan kembali sebagai ruang kegiatan belajar mengajar. Pembersihan dilakukan setelah kepolisian menyatakan lokasi tersebut telah melalui pemeriksaan dan dinyatakan steril.
Kepala Staf Ahli Pembina Yayasan, Untung Sangaji, mengatakan pihak yayasan berencana melakukan pembersihan ruangan dalam waktu dekat. Langkah tersebut dilakukan setelah proses olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh kepolisian selesai dilakukan. “Dalam satu dua hari ini, ruangan yang tadi sudah dalam pemeriksaan terakhir akan kami bersihkan,” ujar Untung seusai olah TKP, Senin (10/8/2026).
Menurut Untung, ruangan yang sebelumnya terkunci rapat itu akan dikembalikan kepada fungsi awalnya sebagai bagian dari fasilitas pendidikan. Yayasan berharap aktivitas belajar mengajar di sekolah dapat kembali berlangsung secara normal setelah seluruh proses pemeriksaan dan pembersihan selesai.
“Kami sesegera mungkin menggunakan ruangan itu untuk dipakai kembali oleh anak-anak sekolah dan para guru yang kemudian ini bisa berjalan secara normal,” kata Untung. Meski demikian, yayasan memastikan pemanfaatan kembali ruangan tersebut tidak akan dilakukan secara tergesa-gesa demi memastikan keamanan seluruh warga sekolah.
Untuk sementara, kegiatan pembelajaran jarak jauh masih diberlakukan hingga Jumat (14/8/2026). Para siswa direncanakan kembali mengikuti pembelajaran secara langsung di sekolah pada pekan berikutnya, setelah proses pembersihan dan penanganan lokasi dinyatakan tuntas.
Yayasan juga berencana meminta pendampingan kepolisian ketika proses pembersihan dilakukan. Pendampingan tersebut dinilai penting apabila dalam proses pemeriksaan lanjutan ditemukan barang atau benda lain yang mencurigakan di dalam ruangan.
“Kami belum lihat televisi dan lain di bawah itu yang belum dibuka. Kan barang bukti besok kami (rekam) video, setidaknya ada petugas datang menemani kami,” ujar Untung. Yayasan ingin memastikan setiap temuan yang berpotensi berkaitan dengan perkara dapat langsung ditangani sesuai prosedur dan tidak mengganggu proses pendidikan.
Sebelumnya, sebanyak 996 pucuk senjata ditemukan di salah satu ruangan sekolah swasta tersebut pada Jumat (7/8/2026). Pihak yayasan kemudian melaporkan temuan itu kepada kepolisian untuk dilakukan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut. Dalam pemeriksaan terhadap ruangan yang sebelumnya digunakan oleh seseorang berinisial IWD, polisi juga menemukan sejumlah barang lain.
Barang-barang tersebut antara lain tiga pucuk airsoft gun jenis FN90, AK-47, dan M4 Carbine, dua linting ganja, satu klip kecil sabu, serta 25 keping VCD porno. Polisi turut menemukan peredam, tujuh magasin, amunisi berbagai kaliber, beberapa airsoft gun lainnya, taser gun, alat pembuat peluru, buku panduan pembuatan peluru, dan berbagai aksesori senjata.
Dari total 996 pucuk yang ditemukan, sebanyak 995 pucuk diidentifikasi sebagai airsoft gun atau senapan angin, sedangkan satu lainnya merupakan senjata api jenis Franchi SPAS-15 kaliber 12 GA. “Dari 996 pucuk yang diduga senjata tadi, kami sampaikan bahwa 995 pucuk merupakan senapan angin, bukan senjata api,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, kepada wartawan, Jumat (7/8/2026).
Saat ini, sebanyak 995 airsoft gun tersebut dititipkan kepada Unit Pengawasan Senjata Api dan Bahan Peledak (Wasendak) Ditintelkam Polda Metro Jaya. Sementara itu, senjata api jenis Franchi SPAS-15 masih dalam pemeriksaan Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Selatan. Pihak yayasan berharap seluruh proses hukum dapat berjalan hingga tuntas sehingga ruangan tersebut dapat kembali sepenuhnya digunakan untuk kepentingan pendidikan.
