Kabar duka datang dari keluarga presenter Arie Untung. Sang ayah, H. Untung bin Syamsuddin, meninggal dunia pada usia 86 tahun setelah menjalani perawatan intensif selama lebih dari satu bulan di rumah sakit. Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, yang selama proses perawatan terus mendampingi dan memberikan doa terbaik hingga akhir hayatnya.
Menurut penuturan Fenita Arie, kondisi kesehatan almarhum mulai menurun setelah mengalami insiden jatuh di rumah. Faktor usia yang telah lanjut membuat proses pemulihan menjadi semakin berat. Meski demikian, keluarga mengaku bersyukur karena almarhum telah diberikan usia yang panjang dan kesempatan berkumpul bersama keluarga hingga usia senja.
Fenita menjelaskan bahwa insiden jatuh tersebut berkaitan dengan kondisi demensia yang diderita almarhum. Penyakit tersebut menyebabkan daya ingatnya menurun sehingga sering kali lupa terhadap kondisi fisik maupun lingkungan di sekitarnya. Setelah mengalami kecelakaan, keluarga segera membawa almarhum ke rumah sakit untuk menjalani tindakan operasi.
Prosedur operasi yang dilakukan tim medis berjalan dengan lancar. Namun, setelah tindakan tersebut, kondisi kesehatan almarhum justru mengalami pasang surut. Selain proses pemulihan akibat cedera, sejumlah penyakit penyerta mulai muncul dan memperburuk kondisinya selama menjalani perawatan di rumah sakit.
Salah satu komplikasi yang dialami adalah kambuhnya penyakit asma. Fenita mengungkapkan bahwa selain gangguan pernapasan, tubuh almarhum diduga tidak mampu lagi merespons berbagai obat yang diberikan selama proses pengobatan. Kondisi tersebut membuat kesehatannya terus menurun meski telah mendapatkan penanganan medis secara intensif.
Memasuki masa perawatan di ruang Intensive Care Unit (ICU), sejumlah organ vital almarhum mulai mengalami penurunan fungsi. Tim dokter menemukan adanya gangguan serius pada paru-paru sehingga hanya satu sisi yang masih dapat berfungsi secara optimal. Kondisi ini membuat sistem pernapasannya semakin melemah.
Tak hanya itu, jantung almarhum juga mengalami pembengkakan sehingga memperberat kondisi kesehatannya. Sementara itu, fungsi ginjal terus menurun akibat tidak lagi mampu menahan beban obat-obatan yang diberikan selama proses perawatan. Kombinasi berbagai komplikasi tersebut akhirnya menyebabkan kegagalan beberapa organ vital secara bersamaan.
Situasi kritis terjadi pada malam sebelum almarhum mengembuskan napas terakhir. Jantungnya sempat berhenti berdetak sehingga tim medis melakukan tindakan resusitasi atau pompa dada untuk mengembalikan denyut jantung. Meski sempat menunjukkan respons, kondisi almarhum tidak kunjung membaik secara signifikan.
Melihat perkembangan tersebut, keluarga akhirnya mengambil keputusan yang berat dengan mengikhlaskan kepergian almarhum. Fenita Arie menyampaikan bahwa keluarga tidak ingin mempertahankan kondisi yang justru memperpanjang penderitaan fisik almarhum. Seluruh anggota keluarga kemudian mendampingi dan memanjatkan doa di sisi tempat tidur selama saat-saat terakhirnya.
H. Untung bin Syamsuddin mengembuskan napas terakhir pada pukul 23.14 WIB dengan didampingi keluarga tercinta di ruang ICU. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi keluarga Arie Untung. Meski diliputi kesedihan, keluarga berusaha menerima kepergian almarhum dengan penuh keikhlasan serta mengenang sosoknya sebagai ayah yang telah memberikan teladan dan kasih sayang sepanjang hidupnya.
